Review: Ajian Ratu Laut Kidul (1991)


Nggak usah gw kasih pertanyaan lagi. Sosok Nyi Ratu Roro Kidul sudah sangat lekat dalam tradisi masyarakat Indonesia. Kalau boleh gw bilang, hampir semua orang tahu siapa sosok yang dianggap penghuni dari Laut Selatan ini, apalagi bagi masyarakat Jawa yang berada di pesisir selatan jawa. Selalu memakai pakaian serba hijau dengan kostum ningrat ala putrid-putri / ratu keraton yang mengenakan mahkota bertahtakan mutiara, emas permata. Tak hanya itu, Nyi Ratu Roro Kidul pun kerap digambarkan menaiki kereta kencana emas menuju laut selatan yang dimana diyakini di dalam laut selatan itu terdapat Istana Megah dengan emas yang hampir menghiasi setiap centimeter istananya. Mitos-mitos seputar Nyi Ratu Roro Kidul di kalangan masyarakat Indonesia khususnya Jawa pun beredar.Yang paling terkenal mungkin larangan memakai pakaian warna hijau botol di sepanjang laut selatan. Diyakini orang-orang yang memakai baju hijau botol akan dipanggil sang ratu dan dijadikan pelayannya di istananya yang megah. Tak hanya itu, hotel-hotel yang berada di pinggir laut selatan pun menyediakan sebuah kamar khusus yang dipersembahkan untuk sang ratu. Informasi mengenai Nyi Ratu Roro kidul bisa dilihat disini.

Kisah Nyi Ratu pun sering diangkat dalam sebuah karya sinema dan salah satunya adalah Ajian Ratu Laut Kidul yang disutradarai oleh Sisworo Gautama Putra. Ajian Ratu Laut Kidul memang tidak mengkhusus bercerita tentang siapa sebenarnya Sang Ratu tapi bercerita tentang Lestari yang dibantu oleh Sang Ratu. Cerita Ajian Ratu Laut Kidul kurang lebih seperti ini. Lestari (Suzzana) adalah seorang wanita yang menjabat sebagai lurah dan dikagumi oleh masyarakat desa. Kesetiaan masyarakat desa pada Lestari membuat iri Angkoro (Johny Indo) dan mengandalkan segala cara untuk merebut kedudukan lurah. Angkoro pun menemui Ki Brojo yang akan membantu niat jahatnya itu.

Segala tipu muslihat untuk menggulingkan Lestari pun dimulai dengan memberikan mangir dari ki brojo yang mengakibatkan Lestari menderita penyakit kulit. Tak hanya itu, adik Lestari pun dituduh telah melakukan maksiat di desa tersebut yang berakhir pada kematiannya. Nggak kuat Lestari menahan cobaan ini, dia pun berniat bunuh diri. Untung deh, Ki Jagasatru yang berperan sebagai Hero disini menyelamatkannya dan memberikan Ajian Ratu Laut Kidul untuk membalas semua perlakuan jahat Angkoro terhadap keluarganya.

Gw selalu ngasih rating bagus ke semua film-film yang dibintangin Suzzana dan semua film-film horror tahun 80-an (kebanyakan sih emang Suzzana yang main). Gue waktu kecil nggak perduli seberapa buruk kualitas filmnya, asal ada Suzzana dan asal mampu bikin gw nggak berani ke kamar mandi, gw pasti ngasih rating 9 dari 10 bintang buat tuh film. Dan apa rating nggak perduli kualitas itu masih berlaku saat raga dan jiwa gw menginjak umur kepala 2? Yup… rating itu tetap berlaku dan film ini tetep jadi film horror yang bagus, Yah walau ratingnya agak diturunin menjadi 7/10 sih.

Ajian Ratu Laut Kidul masih jadi film terbaik gue walau tidak menyeramkan seperti saat gw masih unyu-unyu-nya. Adegan-adegan konyolnya, dialog-dialog yang  juga konyolnya masih bikin gw betah untuk tidak beranjak dari tempat duduk gw. Dan gw masih terpana dengan setting istana megah Ratu Laut Kidul. Oh yah, film-film yang dibintangi suzanna selalu menyimpan scene memorable. Jika di Perjanjian di Malam Keramat adegan yang paling diingat adalah adegan makan bakso kepala dan di Ratu Buaya Putih gw nggak bisa ngelupain adegan Dorman dan Bokir ngangkat mayat Marta yang ternyata berubah jadi mayat buaya busuk plus mereka yang nendang2 telur buaya udah kayak mawn sepak takraw, nah di film ini gw nggak bisa ngelupain scene Lestari yang garuk-garuk seluruh badannya dan adegan waktu hantu salah satu anak buah Angkoro datang ke rumahnya dalam bentuk tengkorak berjas hujan kuning.

Nah, di film ini juga gw nemuin dialog konyol yang bikin gw ketawa yang nggak kalah konyolnya dengan percakapan Lastri dan Suharso di Ratu Buaya Putih. Gw sengaja quote dialog ini karena emang konyol sih…

PSK: “Selamat Malam Om” , Anak Buah Angkoro (ABA): “Apa istimewa permainanmu malam ini?” PSK: “Terserah om, 69? Ayam Panggang? Mandi Kucing? Ehmm.. Monyet Gendong?” atau….” Dijawab langsung sama ABA: “Babi Kecap!” (mereka tertawa). PSK: “Model baru ya Om?” ABA:” ya, berkumul bersama dalam bak mandi!!”

ANjing emang, loe kira adegan-adegan ML itu nama masakan. Ada-ada aja nih Naryono Priyatno nulis scenario ini. Dan entah kenapa gw ketawa. Buat loe-loe pada yang nggak ketawa denger dialog ini mungkin kadar komedi loe itu tinggi yah atau loe tuh tipe orang ngebosenin yang kerjanya tiap hari Cuma duduk bengong depan komputer sambil search RedTube.

Mengenai acting gue nggak akan bicara tentang acting Suzzana tapi acting artis yang berperan sebagai adiknya Lestari yang rela digundulin di film ini (kalau di luar negeri kayak artis sapa yah.) Oh yah kadar adegan panas di film ini juga lebih banyak, jauh lebih banyak dari dua film Suzzana sebelumnya yang gue review. Overall, film ini memang jauh dari kata bagus dari segi kualitas kalau loe nilainya di zaman sekarang, tapi setidaknya film ini menghibur lah.

Happy Watching yah…

 

 

 

3 thoughts on “Review: Ajian Ratu Laut Kidul (1991)”

  1. Baru baca nih review-nya. Film ini menurut gw yang paling fun dari semua film Eyang Suzzie. Dialognya ajaib dengan adegan – adegan yang menjurus2 ke arah bokep. Paling inget adegan panas Ki Brojo sama Lestari, masa mau mindahin ilmunya harus bersetubuh dulu. Hahahahahaha. Tapi sebagai pencinta Suzzanna mau jelak kaya apa juga filmnya tetep aja gw puja – puja.

    Btw soal Nyi Roro Kidul kepercayaan di kota gw (secara pantai Pelabuhan Ratu adalah salah satu daerah di kota gw berasal, Sukabumi) emang nyeremin banget, percaya ga percaya kalo orang pendatang dari Bandung ga boleh ke Pelabuhan Ratu, ga boleh pake baju ijo, dan banyak cowok – cowok yang ilang ke tengah laut katanya dijadiin punggawa di bawah laut. Dan soal kamar hotel di Samudra Beach Hotel itu emang beneran ada yang dikhususkan buat Nyi Roro Kidul. Hiiii.. Ditunggu review – review selanjutnya Bli.. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>