
Memasang nama yang terkenal dalam promo sebuah film itu ibarat mantra yang ampuh untuk memanggil penonton, salah satunya dalam mempromosikan film ini. Satu hal yang menarik perhatian gw dengan film ini adalah kemunculan nama Sam Raimi. Pria kelahiran Michigan, USA ini untuk kalangan pecinta movie kebanyakan mungkin lebih terkenal melalui trilogi Spiderman, tapi bagi horror fans sejati nama Sam Raimi itu terkenal karena trilogy Evil Dead. Film horror terakhir yang dia sutradarai – Drag Me To Hell – sukses membawa kembali kenikmatan para pecinta Evil Dead dimana mereka menyaksikan cerita horror yang konyol, menegangkan dan lucu dengan sentuhan klasik khas Sam Raimi. Sebagai Director, Sam Raimi mungkin jarang mendirect sebuah film tapi sebagai produser lewat Ghost House Picture, dia sudah memproduseri banyak film horror. Nah, tahun 2012 dia mempercayakan Ole Bornedal. Nah, apa film tentang exorcism ini bakalan jadi menakutkan layaknya melihat wajah menyeramkan Regan MacNeil di The Exorcist?
Ceritanya sendiri kayak gini, Hannah dan Emily adalah anak dari hubungan Clyde dan Stephanie Brenek yang sayangnya harus berakhir dengan perceraian. Mereka pun harus membagi kebersamaan dengan anak-anaknya: dalam keseharian Hannah dan Emily akan tinggal dengan sang ibu dan di akhir pekan sang ayah mempunyai hak untuk tinggal bersama anak-anaknya. Di akhir pekan, waktu dimana terror yang akan menghantui keluarga ini terjadi, Clyde mengajak Hannah dan Emily pergi ke sebuah Yard Sale. Emily tertarik dengan sebuah kotak tua misterius. Nah, kotak misterius inilah yang menjadi pemicu kejadian-kejadian misterius terhadap keluarga ini. Hal-hal aneh pun mulai terjadi seperti berubah drastisnya Emily menjadi sosok yang tertutup dan melakukan apapun jika ada yang mencoba mengambil kotak misterius itu. Clyde yang tahu ada sesuatu yang tidak beres dengan putrinya mencoba mencari tahu apa yang terjadi.

Selain memasang nama terkenal, nambahin embel-embel Based on True Story juga bisa bikin orang yang sebelumnya nggak pengen nonton jadi pengen nonton. Yah, tentu aja nggak semua film yang memasang embel-embel kayak gini bakalan sama dengan true story. Sama seperti kita yang ngedenger cerita serem dari orang-orang, banyak tambahan-dempulan cerita sana sini yang kagak sama dengan apa yang diceritain sama orang yang pertama kali nyeritainnya. Tujuannya apa? Ehm… jelas aja supaya ceritanya lebih seru. Oke…oke… lupakan dua strategi marketing film yang bikin sebuah film jadi banyak yang nonton.
Ole Bornedal memulai film ini dengan tempo yang lambat. Di paruh pertama film ini, gilahoror benar-benar diuji kesabarannya sebelum menuju scene yang membuat anda melompat ketakutan. Kita disini dikenalkan dengan kondisi keluarga Clyde (Jeffrey Dean Morgan) dengan istrinya Stephanie (Kyra Sedgwick) dan tentu aja dua anaknya Hannah (Madison Davenport), Emily (Natasha Calis). Di paruh awal ini kelihatan sekali kalau Ole Bornedal menginginkan unsur drama di film ini lebih dominan daripada unsur horrornya, mencoba menjadi seperti The Exorcist atau paling tidak The Exorcist of Emily Rose. Sayangnya, Ole Bornedal masih belum mampu untuk bikin film ini tampak lebih serius.

Setelah Ole Bornedal gagal dalam menampilkan unsur dramanya (menurut gw), apakah film ini mampu membuat anda meloncat ketakutan dengan scariest moment yang ditampilkan? Beberapa iya, beberapa diantaranya tidak (kebanyakan sih nggak menyeramkan). Setengah jam terakhir (moment sang Rabi berusaha menyelamatkan emily) bisa dibilang moment yang lumayan menakutkan di film ini. Satu scene yang paling gw ingat disini itu scene jari yang keluar dari mulut Emily. Yup, itu salah satu scene menarik di The Possesion. Satu hal yang membuat lebih film ini adalah akting dari si Emily ini. Natasha Calis berhasil memerankan sosok Emily yang berubah dari sosok pribadi periang menjadi sosok yang berbeda 180derajat dengan lumayan meyakinkan. Sedangkan jajaran cast lainnya berakting biasa saja.
The Possesion adalah film kesekian kali yang mengangkat tema Exorcism yang jatuh jadi film horror yang biasa aja. Sebenarnya sang penulis naskah bisa bikin film ini tampak lebih baik. Ceritanya terlalu miskin bahkan dapat diprediksi endingnya seperti apa. The Possesion tidak memberikan para penontonnya pengalaman horror yang baru. Bisa dibilang The Possesion itu versi buruk dari The Exorcist. Jadi, buat penggila horror yang menginginkan sesuatu yang baru dari tema Exorcism mungkin lebih baik untuk menskip film ini dari daftar tontonan anda.

uh.. seremnya
masih hobi di bidang horror yah