<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SIGILAHOROR &#187; Original VS Remake</title>
	<atom:link href="http://www.sigilahoror.com/category/original-vs-remake/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sigilahoror.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 Mar 2013 16:49:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5</generator>
		<item>
		<title>Original VS Remake: Fright Night</title>
		<link>http://www.sigilahoror.com/2013/01/08/original-vs-remake-fright-night/</link>
		<comments>http://www.sigilahoror.com/2013/01/08/original-vs-remake-fright-night/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2013 22:53:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dirgantara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Original VS Remake]]></category>
		<category><![CDATA[Anton Yelchin]]></category>
		<category><![CDATA[Chris Sarandon]]></category>
		<category><![CDATA[Colin Farrell]]></category>
		<category><![CDATA[Craig Gillespie]]></category>
		<category><![CDATA[David Tennant]]></category>
		<category><![CDATA[Fright Night]]></category>
		<category><![CDATA[Original]]></category>
		<category><![CDATA[Remake]]></category>
		<category><![CDATA[Roddy McDowall]]></category>
		<category><![CDATA[Tom Holland]]></category>
		<category><![CDATA[Versus]]></category>
		<category><![CDATA[William Ragsdale]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sigilahoror.com/?p=3532</guid>
		<description><![CDATA[Wah, ternyata sudah setahun lebih gw nggak membuka lagi ring Original VS Remake. Maklum, ring tinju ini lagi berbenah, jadi mohon maaf kalau lama tidak update lagi pertandingan seru ini. Nah, mumpung tahun lalu banyak film remake yang dibuat dan &#8230; <a href="http://www.sigilahoror.com/2013/01/08/original-vs-remake-fright-night/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" alt="" src="http://sigilahororarsip.files.wordpress.com/2013/01/fright-night.jpg" width="600" height="339" /></p>
<p>Wah, ternyata sudah setahun lebih gw nggak membuka lagi ring Original VS Remake. Maklum, ring tinju ini lagi berbenah, jadi mohon maaf kalau lama tidak update lagi pertandingan seru ini. Nah, mumpung tahun lalu banyak film remake yang dibuat dan tahun ini lebih banyak lagi remake yang dibuat, jadi ring tinju Original VS Remake kembali. Yup, tanpa basa-basi lagi, para penikmat pertandingan Original VS Remake, inilah The Fright Night Battle. Okay, kita sambut kedua peserta kita. Di sisi kanan ada Fright Night (1985) dan penantangnya Fright Night (2011). Siapakah yang akan menang diantara dua film vampire ini? Apakah taring versi Original ataukah taring versi Remake. Teng&#8230;Teng&#8230;Teng (bunyi Bel Tinju ceritanya)<span id="more-3532"></span></p>
<p><img class="aligncenter" alt="" src="http://sigilahororarsip.files.wordpress.com/2013/01/ronde-1.jpg" width="600" height="58" /></p>
<p style="text-align: justify;"> Seperti yang gw bilang di pertandingan sebelumnya, antara Original dengan Remake tentu aja punya kemiripan disana-sini. Nah, sekarang yang mana yang lebih membuat kita merasa nyaman menontonnya. The Original, bersetting tahun 1985. Hal ini terlihat dengan property, clothing, vehicle lainnya yang terlihat oldies. Perbedaan cukup mencolok diantara dua film ini ada pada rentetan kejadiannya plus adanya protector yang menjaga sang Master Vampire-Jerry. Fright Night versi Tom Holland ini kalau gw lihat lebih fokus kepada kisah cinta antara Charlie dan Amy. Charlie mengira Amy adalah sasaran dari sang master vampire, jadi Charlie berusaha untuk melindungi Amy. Oh ya, film ini No CGI tapi nggak berarti film tanpa efek CGI akan mengurangi kerennya sebuah film. Jujur gw bilang, sangat minim darah dalam film ini, darah2 Cuma ada ketika sang vampire menggigit korbannya. Tapi, efek old school yang ditampilkan menurut gw itu sudah wah banget. I Love this Vampire movie.</p>
<p><strong><em>Orisinalitas: +3 | Emotionality: + 3 | Storytelling: +3 = 9</em></strong></p>
<p>Remakenya adalah kisah Fright Night dalam balutan modern. Kisahnya serupa dengan versi original yaitu Charley Brewster yang mengintai tetangga barunya yang ternyata seorang vampire. Versi Original dimulai dengan cerita yang sedikit agak membosankan, beruntung film ini mulai naik intensitasnya menjadi menegangkan sekaligus konyol. Yah, gw hampir nggak bisa berhenti ketawa nonton versi remake ini. Nah, kalau versi Originalnya lebih mengutamakan kisah cinta antara Charley dan Amy, sedangkan di versi remake tugas Charley lebih berat, menolong sang pacar sekaligus menyelamatkan sang ibu. Satu lagi, kisah persahabatan antara Charley dan Ed disini lebih ditekankan. Hal ini terlihat ketika Ed meninggal di tangan Jerry, Charley begitu tertekan dan berniat balas dendam. Remake Fright Night ini tidaklah begitu mengecewakan. Unggul lebih di effect (ya iyalah) tapi sedikit lemah di storytelling.</p>
<p><strong><em>Orisinalitas: +1 | Emotionality: + 3 | Storytelling: +2 = 6</em></strong></p>
<p>The Winner of Round 1 is: Original</p>
<p><img class="alignnone" alt="" src="http://sigilahororarsip.files.wordpress.com/2013/01/ronde-2.jpg" width="600" height="58" /></p>
<p>Film vampire nggak asyik tanpa vampir yang ganas. Di Fright Night, sosok Jerry akan menjadi masalah besar untuk Charley Brewster. Jadi, siapakah yang taringnya lebih tajam? Mari dimulai ronde kedua antara Jerry versi Original dengan versi Remake di Fright Night Battle ini.</p>
<p><a href="http://sigilahororarsip.files.wordpress.com/2013/01/jerry-original.jpg"><img class="alignnone" alt="" src="http://sigilahororarsip.files.wordpress.com/2013/01/jerry-original.jpg" width="600" height="255" /></a></p>
<p>Jerry Dandrige adalah The Master of Vampire di Fright Night. Jerry di versi original diperankan oleh Chris Sarandon. Jerry adalah vampir berusia 1000tahun lebih. Di versi originalnya, Jerry terlihat sebagai sosok pria yang menyenangkan, menawan sekaligus terlihat punya sedikit rasa belas kasihan, hal ini terlihat dalam scene dimana Jerry mengancam Charley, si Jerry bilang &#8220;i&#8217;m going to give you something i don&#8217;t have, a choice&#8221;. Jerry disini diprotect oleh seorang human ghoul, Billy Cole, kesannya jadi makhluk vampir yang lemah. <img src='http://www.sigilahoror.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Tidak begitu suka dengan sosok Jerry di versi originalnya tapi Chris Sarandon memberikan penampilan apik sebagai Jerry.</p>
<p><strong><em>Acting: +4 | Charisma: +2 = 6</em></strong></p>
<p><img class="alignnone" alt="" src="http://sigilahororarsip.files.wordpress.com/2013/01/jerry-remake.jpg" width="600" height="255" /></p>
<p>Berbeda dengan sosok Jerry di versi original, di versi Craig Gillespie ini Jerry terlihat sebagai sosok vampire yang sadis dan sangat mengancam. Sosok vampire Cullen benar-benar bikin vampire modern jadi niru dia, tapi Jerry disini tidak selemah Cullen&#8230;:D. Jerry Dandrige yang diperankan Collin Farrel membunuh korbannya dengan perlahan-lahan, yah memang seperti itu seharusnya seorang vampire, mempermainkan dulu korban-korbannya. Jerry disini juga untuk menggunakan kemampuannya untuk survive, jadi nggak memerlukan sosok human ghoul untuk menjaganya.</p>
<p><strong><em>Acting: +4 | Charisma: +3 = 7</em></strong></p>
<p>The Winner of Round 1 is: Remake</p>
<p><img class="alignnone" alt="" src="http://sigilahororarsip.files.wordpress.com/2013/01/ronde-3.jpg" width="600" height="58" /></p>
<p>Di Ronde 2, pihak Original telah dikalahkan oleh tajamnya taring pihak Remake. Nah, di Ronde ketiga masing-masing akan mengeluarkan jagoannya. Kali ini yang akan bertanding adalah The Vampire Killer bernama Peter Vincent. Sosok pembunuh vampire dengan acaranya Fright Night akhirnya dibawa ke acara Fright Night versi real. Sepertinya kedua petarung sudah nggak sabaran, Pasak siapakah yang lebih ampuh? Langsung saja dimulai&#8230;</p>
<p><img class="alignnone" alt="" src="http://sigilahororarsip.files.wordpress.com/2013/01/vincent-original.jpg" width="600" height="255" /></p>
<p>Roddy McDowall adalah aktor yang berperan sebagai Peter Vincent di versi original. Vincent disini yang digambarkan sebagai sosok pembunuh vampire emang terlihat sebagai pembunuh vampir. Berpakaian ala detektif Sherlock Homes membawa kotak penuh alat untuk membunuh vampire, Peter Vincent versi Tom Holland ini seperti pernah membunuh vampire semasa mudanya (iya karena disini dia terlihat berumur).</p>
<p><strong><em>Acting: +3 | Charisma: +3 = 6</em></strong></p>
<p><img class="alignnone" alt="" src="http://sigilahororarsip.files.wordpress.com/2013/01/vincent-remake.jpg" width="600" height="255" /></p>
<p>Sosok Peter Vincent di versi remake berubah menjadi sosok pesulap yang gemar mabuk dan suka maen wanita. Vincent yang diperankan David Tennant nggak terlihat sama sekali sebagai sosok pembunuh vampir yang tangguh. Justru yang gw lihat itu adalah sosok Chris Angel yang popularitasnya sebagai sulap turun terus beralih menjadi sosok pembunuh vampir boongan. Ehmm&#8230; mungkin, Craig Gillespie ngerubah image sang Vampire Killer seperti ini untuk menyeimbangi sosok Jerry yang kejam. Tapi, ahhh&#8230;. gw nggak suka ngeliatnya.</p>
<p><strong><em>Acting: +2 | Charisma: +2 = 4</em></strong></p>
<p>The Winner of Round 3 is Original</p>
<p><img class="alignnone" alt="" src="http://sigilahororarsip.files.wordpress.com/2013/01/ronde-4.jpg" width="600" height="58" /></p>
<p>Original bisa mengalahkan Remake di ronde ketiga. Score sementara adalah 2 untuk Original dan 1 untuk Remake. Setelah beristirahat sejenak, kali ini memasuki ronde keempat yang merupakan The Tag Team. Masing-masing pihak akan mengirimkan 3 jagoannya untuk bertarung disini yaitu Charley Brewster, Amy dan Ed. Mari kita lihat ronde 4 the Fright Night Battle. Teng&#8230;</p>
<p><strong>ORIGINAL TEAM</strong></p>
<p><img class="alignnone" alt="" src="http://sigilahororarsip.files.wordpress.com/2013/01/charley-amy-ed-original.jpg" width="600" height="255" /></p>
<p>Charley Brewster merupakan karakter utama di film ini. Di versi original, Charley terlihat seperti seorang murid kutu buku yang culun plus berwajah imut. Charley disini berbeda dengan versi remake, charley adalah penggemar berat Peter Vincent yang cinta sama pacarnya Amy. Amy adalah pacar Charley. Amy tidak percaya dengan apa yang dikatakan Charley tentang tetangganya yang seorang vampire. Evil Ed, sahabat Charley yang humoris, terkesan ugal-ugalan di film ini. Ed, jadi sosok yang fenomenal di film ini. Kehadiran Ed disini membuat Fright Night original jadi so funny. Charley, Amy, dan Ed membuat film ini jadi film remaja dengan balutan horror vampire. Ketiganya punya peran yang penting di film ini. Dari ketiga pemuda ini, sosok Ed lah yang mencuri perhatian gw. Model rambutnya, tawa khasnya yg sedikit kayak orang gila dan ketika dia berubah menjadi vampire jadi hal yang mencuri perhatian gw.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Charley: 2 | Amy: 2| Ed: 4 = 6</em></strong></p>
<p><strong>REMAKE TEAM</strong></p>
<p><img class="alignnone" alt="" src="http://sigilahororarsip.files.wordpress.com/2013/01/charley-amy-ed-remake.jpg" width="600" height="255" /></p>
<p>Seperti yang gw bilang sebelumnya, versi remake sedikit berbeda dengan versi original. Charley disini lebih keren dan lebih powerfull daripada Charley di versi originalnya dan dia bukan penggemar Peter Vincent. Sedangkan Ed disini digambarkan sebagai sosok kutu buku yang percaya dengan supernatural plus penggemar berat Peter Vincent. Amy disini terlihat lebih seksi jika dibandingkan dengan versi 1982-nya. Tidak seperti di versi 1982, versi remakenya ketiga pemuda ini tidak saling terlihat. Yang paling berperan penting sudah pasti Charley, Ed tidak lagi menjadi sosok pencuri perhatian. Dia hanya terlihat di paruh awal dan ketika dia berubah menjadi vampir. Nah, sosok Evil Ed baru kelihatan di Ed versi ini ketika berubah jadi vampire. Sedangkan Amy hanya sebagai karakter pemanis di film remake ini.</p>
<p><strong><em>Charley: 3 | Amy: 0 |Ed: 2 = 5</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The Winner of  Round 4 is Original</p>
<p><img class="alignnone" alt="" src="http://sigilahororarsip.files.wordpress.com/2013/01/ronde-5.jpg" width="600" height="58" /></p>
<p>Frigh Night versi Original tetep unggul dari rivalnya, berkat sosok Evil Ed yang mencuri perhatian disini. Sedangkan versi remake kalah karena Amy walau sexy tidak mampu menandingi Amy versi original ketika berubah menjadi vampire. Sekarang menuju ke babak terakhir the Fright Night Battle ini. Yah, emang nggak penting ronde terakhir ini, karena sudah terlihat jelas di empat babak, team original sudah menang telak.</p>
<p><img class="alignnone" alt="" src="http://sigilahororarsip.files.wordpress.com/2013/01/vampire-original.jpg" width="600" height="255" /></p>
<p>Sekali lagi, versi remake sama aslinya berbeda bahkan di vampirenya. Vampire di original itu para vampire bisa berubah menjadi bentuk hewan. Evil Ed bisa berubah menjadi srigala (ini werewolf apa vampire sih) dan Jerry berubah menjadi kelelawar ketika terdesak. Dari segi penampilan vampire, sosok vampire disini sangat menyeramkan walau dibuat tanpa efek CGI (liat vampire Amy dan Ed). Tapi kelemahan di versi original adalah cara membunuh sang master vampire. Tidak terlihat keren dan terlalu gampang untuk membunuh Jerry. Berbeda sekali dengan versi remake. Oh yah, kematian Jerry disini ternyata lebih keren dibandingin matinya Jerry di versi remakenya. Yeah, i love oldschool.</p>
<p><em><strong>Creature: +3 | Effect: +3 | Creepy: +3 | Killing 0 = 9</strong></em></p>
<p><img class="alignnone" alt="" src="http://sigilahororarsip.files.wordpress.com/2013/01/vampire-remake.jpg" width="600" height="255" /></p>
<p>Vampire di versi ini tidak bisa berubah jadi bintang seperti Ed atau Jerry di versi original. Meski begitu, vampire versi remake lebih aggresif dan sadis daripada versi originalnya. Yup, versi remake tentu saja akan mengandalkan komputer untuk membuat tampilan vampirenya lebih keren (sebenarnya tanpa CGI pun bisa keren). Tampilan vampirenya emang sih terlihat keren tapi tetap aja nggak maksimal karena itu tadi bantuan CGI. Nah yang jadi keunggulan dari versi remakenya ini adalah cara Peter Vincent dan Charley Brewster membunuh Jerry. Yah&#8230;lebih keren daripada versi originalnya, mereka lebih make otaknya untuk ngebunuh si Jerry dan the Master Vampirenya pun nggak begitu mudahnya untuk dibunuh. Love it. Tapi sayang, matinya biasa aja..</p>
<p><em><strong>Creature: +2 | Effect: +2 | Creepy: +3 | Killing 3 = 10</strong></em></p>
<p>the Winner of  Round 5 is Remake</p>
<p style="text-align: center;">- &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; - &#8211; -</p>
<p>Oke saatny buat nentuin hasil, yang mana diantara 2 film ini yang pantas mendapatkan sabuk kemenangan. Apakah versi tahun 1985 ataukah versi 2011? Berikut total nilainya, dari keseluruhan ronde, versi original menang 3 kali dari 5 ronde dengan score 36 sedangkan versi remake menang 2 kali dari 5 ronde dengan score 32</p>
<p>and in conclusion, the battle of Originall VS Remake vol 3 goes to… Original</p>
<p>&#8212;&#8211;</p>
<p><img class="alignleft" style="border-style: initial; border-color: initial; text-align: center;" alt="" src="http://sigilahororarsip.files.wordpress.com/2013/01/200px-fn-1985.jpg" width="200" height="309" /></p>
<p>artikel ini nggak ngejudge kalau versi remakenya nggak bagus yah. Remakenya kalau boleh gw bilang bagus dibeberapa hal terutama funniestnya daripada versi originalnya tapi versi original tetep jadi film yang keren.  Versi original tentu saja menang di segi orisinalitasnya, storytellingnya juga lebih bagus dan nggak membosankan. Aktingnya lebih mantap terutama Vincent, The Vampire Killer. Dan yang paling penting disini, tanpa bantuan CGI dan semacamnya, tampilan vampire disini tetap menyeramkan. Sedangkan versi remakenya tidaklah buruk bahkan lumayan bagus. Tetap setia dengan pakem cerita yang ada dalam versi original walaupun mengubah beberapa komponent yang ada di versi original. Tampilan vampirnya pun tidak dirubah sedikit pun tetap vampir yang bertaring runcing dan bermulut lebar. Tepuk tangan untuk <a itemprop="director" onclick="(new Image()).src='/rg/title-overview/director-1/images/b.gif?link=%2Fname%2Fnm0318916%2F';" href="http://www.imdb.com/name/nm0318916/">Craig Gillespie</a> karena sukses tidak menghancurkan versi originalnya. Oh yah, satu hal yg terjadi kalau versi remakenya bagus. Penonton yg nggak pernah ntn 1985-nya akan segera menonton versi aslinya. Congratulation for Tom Holland. <img src='http://www.sigilahoror.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sigilahoror.com/2013/01/08/original-vs-remake-fright-night/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Original VS Remake &#8211; The Thing</title>
		<link>http://www.sigilahoror.com/2011/12/18/original-vs-remake-the-thing/</link>
		<comments>http://www.sigilahoror.com/2011/12/18/original-vs-remake-the-thing/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 15:47:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dirgantara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Original VS Remake]]></category>
		<category><![CDATA[John Carpenter]]></category>
		<category><![CDATA[Kurt Russel]]></category>
		<category><![CDATA[Mary Elizabeth Winstead]]></category>
		<category><![CDATA[Matthijs van Heijningen Jr]]></category>
		<category><![CDATA[SIGILAHOROR]]></category>
		<category><![CDATA[The Thing 1982]]></category>
		<category><![CDATA[The Thing 2011]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sigilahoror.com/?p=3352</guid>
		<description><![CDATA[Wah sudah cukup lama nih, gw nggak bikin artikel Original VS Remake sejak pertandingan terakhir antara 2 film vampire dari 2 negara berbeda. Di pertandingan ketiga ini, ring Original VS Remake akan menghadirkan film sci-fi horror yang sangat terkenal dan &#8230; <a href="http://www.sigilahoror.com/2011/12/18/original-vs-remake-the-thing/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" title="Original VS Remake The Thing" src="http://sigilahororpict.files.wordpress.com/2011/12/the-thing-1.jpg" alt="Original VS Remake The Thing" width="600" height="339" /></p>
<p style="text-align: justify;">Wah sudah cukup lama nih, gw nggak bikin artikel Original VS Remake sejak pertandingan terakhir antara 2 film vampire dari 2 negara berbeda. Di pertandingan ketiga ini, ring Original VS Remake akan menghadirkan film sci-fi horror yang sangat terkenal dan menjadi favorit para penggila horror. Apalagi kalau bukan The Thing yang versi originalnya disutradarai oleh John Carpenter. Di tahun 2011, 30 tahun setelah versi ’82-nya keluar, muncullah berita tentang pembuatan prequel dari film ini. Prequel? Yup, The Thing 2011 ini akan berkisah tentang cerita asal muasal semua kejadian di versi 82 itu, darimana asal sang anjing dan misteri tentang monster bermuka dua itu. Setelah versi 2011 ini keluar beragam kritik positif dan negative pun bermunculan. Melalui pertandingan Original VS Remake ini, siapakah yang lebih jago meniru dan mampu memberikan keseraman?<span id="more-3352"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" src="http://sigilahororpict.files.wordpress.com/2011/12/ronde-1.jpg" alt="" width="600" height="58" /></p>
<p style="text-align: justify;">Original.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi pencinta film horror pasti nggak asing lagi dengan film The Thing (1982) dari John Carpenter. The Thing sudah dinobatin jadi salah satu best horror movie oleh banyak horror fans. Bahkan 30 tahun sesudahnya film yang dibintangin sama Kurt Russel ini masih mampu memberikan aura creepy-nya. The Thing versi ’82 ini diawali dengan adegan seekor serigala yang ditembaki oleh seorang pria diatas helicopter.  Macready dan team yang menghentikan aksi pria ini. Mereka tidak tahu kalau serigala itu adalah awal dari kejadian mengerikan yang akan menimpa mereka. Seperti yang gw bilang tadi, The Thing punya aura Creepy yang abadi bahkan sampai 30 tahun setelahnya. John Carpenter memadukan 2 unsur yaitu Sci-fi dan Horror. Film yang sebenarnya adalah remake dari film tahun 50-an berjudul The Thing from Another World ini, tidak hanya mampu ngebikin bulu kuduk kita merinding, tapi sekaligus ngebikin kita buat bertanya “Siapa manusia yang sebenarnya?”. The Thing dipenuhi oleh jajaran cast yang 100 % laki-laki (nggak tahu kaalau anjing2 disini semua berjenis kelamin laki-laki…eh Jantan) yang hampir semuanya bermain sangat apik. Penceritaan pun sangat apik buat gw, tidak ada kesan membosankan difilm ini, semuanya akan membuat jantung kita berdegup kencang.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Orisinalitas: +3 | Emotionality: + 3 | Storytelling: +3 = 9</em></p>
<p style="text-align: justify;">Remake</p>
<p style="text-align: justify;">Versi 2011 merupakan prequel dari kejadian di versi 82. The Thing versi ini dimulai dengan penemuan makhluk mengerikan di dalam bongkaha es.  Seorang ahli dari Amerika kemudian diutus ke antartika untuk meneliti makhluk ini dan apa yang terjadi adalah sesuatu yang akan membuat semua orang disini bertanya siapa manusia sebenarnya. Sebenarnya Versi 2011 ini tidak sepenuhnya bisa disebut prequel karena apa yang disajikan film yang disutradarai Matthijs van Heijningen Jr ceritanya 80% hampir sama dengan versi 82. Yang membedakan hanya awal dan akhir dari film ini, selebihnya 80% mencopy paste versi John Carpenter. Menonton versi 2011 dimana naskahnya ditulis oleh Eric Heisserer (orang yang sama yg menghacurkan remake A Nighmate on The Elm Street) seperti melihat ulang kembali The Thing dimana Kurt Russel jadi leadernya. Mengenai leader, peran Kurt Russel akan digantikan oleh  Mary Elizabeth Winstead sebagai Kate Lloyd. Yup, kali ini kita nggak lagi nemuin semua castnya pria karena ada 2 wanita di dalam team ini. Seperti yang gw bilang tadi, tidak ada inovasi besar-besaran dalam film ini kecuali awal, akhir serta test darah di versi awal dirubah di versi 2011. Bagi yang udah nonton versi 82 (kayak gw misalnya) tentu aja nganggep film ini membosankan karena mereka udah ngerasain sebelumnya, tapi bagi yang belum tahu The Thing itu seperti apa, Versi Heinjningen ini lumayan tapi masih kurang.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Orisinalitas: +2 | Emotionality: +2 | Storytelling: +3 |= 6</em></p>
<p style="text-align: justify;"> The Winner of Round 1 is Original</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" src="http://sigilahororpict.files.wordpress.com/2011/12/ronde-2.jpg" alt="" width="600" height="58" /></p>
<p style="text-align: justify;">Original punya sisi story yang kuat, cast yang baik dan atmosfer yang menyeramkan. Remake meski mengcopy paste mentah-mentah versi aslinya, prequel yang berasa remake ini tetap lumayanlah. Original VS Remake sama-sama kuat tapi apakah jajaran cast yang tergabung dalam the team antartika ini akan sama-sama kuat? Mari dimulai ronde kedua pertandiangan Original VS Remake 3 ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Original.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" src="http://sigilahororpict.files.wordpress.com/2011/12/the-team-the-thing-1982.jpg" alt="" width="600" height="255" /></p>
<p style="text-align: justify;">The Team di versi 82 berjenis kelamin laki-laki dan semuanya menurut gw tampil memuaskan. Penampilan apik Kurt Russel, Wilmford Brimley, T.K Carter, David Clenon, Keith David, Richard Dysard dll ngebikin semua anggota team ini tidak terlihat mana yang lebih menonjol perannya dan mana yang hanya sebagai domplengan belaka. Para team disini tuh semuanya patut dicurigai sebagai The Thing dan gw yang nyoba nebak-nebak siapa itu The Thing dibikin bengong karena tebakan gw salah. Kenapa gw bisa salah? Karena para team disini itu nggak kelihatan kalau mereka itu The Thing. Chemistry antara anggota team pun dibangun dengan apik. Yup, penampilan apik para pria berjambang di team versi 82 ini membuat The Thing jadi lebih hidup.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>The Team: +3| Chemistry: +3 | Acting: +3 | = 9</em></p>
<p style="text-align: justify;">Remake</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" src="http://sigilahororpict.files.wordpress.com/2011/12/the-team-the-thing-2011.jpg" alt="" width="600" height="255" /></p>
<p style="text-align: justify;">Team versi 2011 sedikit berbeda dengan versi 82-nya. Team tidak lagi 100% laki-laki tetapi muncul 2 tokoh wanita diantara dominasi para pria disini. Team versi 2011 menurut gw tidak sesepurna versi originalnya. Jikadi versi 82-nya semuanya bermain apik sehingga kagak kelihatan mana yang dominan perannya, di versi 82 ini justru kelihatan banget mana yang dominan mana yang kerjanya Cuma menunggu bakalan ditiru sang Monster. Mereka semua disini berlagak seolah-olah mereka itu The Thing. Akting yang menurut gw biasa aja ngebikin gw jadi ga mentingin lagi siapa mereka karena gw udah langsung kebawa kalau Kate Llyodlah yang bakalan hidup. Jadi gw dari awal udah yakin kalau mereka (kecuali Kate) bakalan mati semua.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>The Team: +2 |Chemistry: +1 |Acting: + 2 |= 5</em></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" src="http://sigilahororpict.files.wordpress.com/2011/12/ronde-3.jpg" alt="" width="600" height="58" /></p>
<p style="text-align: justify;">Film berbeda dengan nafas yang sama, begitu juga dengan hero di dua film ini. Berbeda (dalam artian orang plus jenis kelamin juga) dengan karakter yang mirip yaitu sebagai orang pintar yang bakalan nentuin siapa disini yang The Thing. Namanya juga berbeda tentu aja penilaian buat dua karakter ini juga berbeda. Manakah yang lebih keren cowok macho memegang flamethrower atau cewek cakep megang flamethrower?</p>
<p style="text-align: justify;">Original</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" src="http://sigilahororpict.files.wordpress.com/2011/12/the-leader-the-thing-1982.jpg" alt="" width="600" height="255" /></p>
<p style="text-align: justify;">Seperti yg gw bilang di round 2 dimana semua castnya bermain apik. Sebenarnya gw kagak tahu kalau Kurt Russel ini adalah sang hero di film ini. Awalnya gw nyangka dia itu salah satu dari orang yang berubah jadi The Thing. Karena ketidakberhasilan gw nebak kalau dia ternyata hero-nya maka gw acungi jempol buat Kurt Russel. Dia disini berperan sangat apik sebagai cowok macho yang  nembakin temen-temennya yang udah jadi The Thing dengan flamethrower. Kurt Russel emang pantas dapat peran Macready disini.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Acting: +4 | Charisma: +3 = 7</em></p>
<p style="text-align: justify;">Remake</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" src="http://sigilahororpict.files.wordpress.com/2011/12/the-leader-the-thing-2011.jpg" alt="" width="600" height="255" /></p>
<p style="text-align: justify;">Kehadiran Mary Elizabeth Winstead tentu aja sebagai sebuah surga diantara para lelaki disini apalagi dia itu perannya sebagai hero. Kagak seperti versi ’82, gw sejak awal udah tahu kalau Mary Elizabeth Winstead ini bakalan jadi heronya karena versi 2011 ini emang kelihatan banget kalau Mary lah yang terlihat lebih menonjol (bagian lain tidak menonjol karena pake jaket supertebal). Jadi otomatis gw ketika Mary sebagai Kate Lloyd masuk ke Team udah langsung nulis di atas catatan kalau dialah yang bakalan hidup. Tapi dibandingin Kurt Russel tentunya Mary lah yang terlihat lebih keren. Ngelihat cowok macho ngebawa flamethrower udah bisa banget, tapi kalau ngelihat cewek nembakin api ke temen-temennya itu baru 2 kali lebih macho dari Kurt Russel. Yeahh…</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Acting: +3 | Charisma: +4 | =7</em></p>
<p><img class="aligncenter" src="http://sigilahororpict.files.wordpress.com/2011/12/ronde-4.jpg" alt="" width="600" height="58" /></p>
<p style="text-align: justify;">The Thing itu film monster, jadi kalau nggak ada monster tentu nggak afdol. Di The Thing monster atau Aliennya ini punya kemampuan meniru bentuk atau kerennya disebut shape shifting, kalau disamain sama salah satu karakter di X-Men, monsternya itu mirip Mystique, bedanya Cuma di bagian sexy doang. Nah di ronde pamungkas ini, gw bakalan ngadu monsternya, siapakah yang lebih keren?</p>
<p style="text-align: justify;">Original</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" src="http://sigilahororpict.files.wordpress.com/2011/12/the-monster-the-thing-1982.jpg" alt="" width="600" height="255" /></p>
<p style="text-align: justify;">Tahun 1982, sebuah tahun yang tua dimana pada tahun itu kita nggak kenal yang namanya efek CGI kayak sekarang. Jadi semua yang efek yang dilakuin pada zaman itu hampir 90% dilakuin dengan handmade, termasuk monster di film The Thing ini. Monster di versi originalnya ini dibuat oleh Rob Bottin ini dibuat dengan handmade tanpa campur tangan CGI yang dipaduin sama teknologi yang disebut animatoric, jadi ngebikin monster-monster disini terlihat hidup. Monster The Thing memang terlihat kaku dan dari segi menyeramkan, monster The Thing patut dikasih jempol. Monster-monster di The Thing lebih creepy dan tentunya membekas daripada versi originalnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Creature: +3 | Effect: +3 | Creepy: +3 | = 9</em></p>
<p style="text-align: justify;">Remake</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" src="http://sigilahororpict.files.wordpress.com/2011/12/the-monster-the-thing-2011.jpg" alt="" width="600" height="255" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sekrang kita ngelihat monster versi 2011. Kita tahu, tahun 2011 itu jauh lebih modern dari tahun 1982, jadi otomatis dalam pikiran gw, monster di versi prequel rasa remake ini pastinya bakalan ngehasilin monster yang lebih baik. Tapi yang terjadi adalah sebuah monster yang terasa tidak original. Kenapa gw bilang tidak original? Bukan karena monsternya sama kayak versi 82, monsternya beda, yang biking w ngerasa tidak original adalah ketika monster-monster di versi prequel rasa remakenya muncul, gw seolah-olah berasa nonton film Silent Hill atau Resident Evil. Yee.. nggak jauh beda. Ngelihat ini, rasa benci gw terhadap hal-hal yang berbau CGI jadi bertambah… F**K CGI..</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Creature: +2| Effect: -1 | Creepy: +1| = 3</em></p>
<p style="text-align: justify;">Oke saatny buat nentuin hasil, yang mana diantara 2 film ini yang pantas mendapatkan sabuk kemenangan. Apakah versi tahun 1982 ataukah versi 2011? Berikut total nilainya, dari keseluruhan ronde, versi original mendapatkan nilai 36 sedangkan prequel rasa remakeny dapetin nilai 21.</p>
<p style="text-align: justify;">and in conclusion, the battle of Originall VS Remake vol 3 goes to… Original</p>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p><img class="alignleft" style="border-style: initial; border-color: initial; text-align: center;" src="http://sigilahororpict.files.wordpress.com/2011/12/poster.jpg" alt="" width="200" height="309" /></p>
<p style="text-align: left;">ada kalanya sebuah film yang sudah terkenal sebagai yang terbaik tidak perlu lagi dibuatkan versi remakenya karena hasilnya sudah dipastikan pasti jelek atau mungkin jika diberikan sebuah mukjizat hasilnya bisa baik tapi tetep nggak sebaik film originalnya. Itulah yang terjadi pada The Thing (2011). Berembel-embel prequel tapi ternyata rasanya sama seperti sebuah remake. The Thing-nya John Carpenter itu sudah jadi sebuah mahakarya horror yang baik. Menghadirkan suspense yang maksimal dengan teknik pelan-pelan membakarnya, aura creepynya yang masih bertahan 30 tahun lebih, dipenuhi cast yang bermain apik dan storytelling yang tertata rapi. Adakah plotholenya di film ini? tentu ada, tapi karena film ini udah ngebikin penontonnya untuk terjebak dalam auranya seperti layaknya team disini terjebak di antartika ini, plothole itu sudah tidak kita hiraukan. Berbeda sekali dengan versi prequel rasa remakenya, gw justru malah nyari-nyari plotholenya karena gw nggak dibawa untuk perduli sama karakternya. Versi 2011 bukan remake yang jelek, bisa dibilang lumayan tapi masih bisa dibilang jelek juga. Dan The Thing (1982) adalah sebuah remake keren yang sejatinya nggak perlu lagi dibuatin remake walaupun film ini nimbulin pertanyaan-pertanyaan.</p>
<p style="text-align: center;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sigilahoror.com/2011/12/18/original-vs-remake-the-thing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Original VS Remake: Let The Right One In VS Let Me In</title>
		<link>http://www.sigilahoror.com/2011/10/12/original-vs-remake-let-the-right-one-in-vs-let-me-in/</link>
		<comments>http://www.sigilahoror.com/2011/10/12/original-vs-remake-let-the-right-one-in-vs-let-me-in/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 03:12:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dirgantara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Original VS Remake]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sigilahoror.com/?p=2853</guid>
		<description><![CDATA[Welcome to 2nd Battle of Original VS Remake. Di artikel Original VS Remake ke dua ini film yang akan bertanding di atas ring adalah film vampire Let The Right One In dan Let Me In, 2 film vampire dari 2 &#8230; <a href="http://www.sigilahoror.com/2011/10/12/original-vs-remake-let-the-right-one-in-vs-let-me-in/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone" src="http://sigilahororpict.files.wordpress.com/2011/07/let-the-right-one-in-vs-let-me-in.jpg" alt="" width="600" height="339" /></p>
<p style="text-align: justify;">Welcome to 2nd Battle of Original VS Remake. Di artikel Original VS Remake ke dua ini film yang akan bertanding di atas ring adalah film vampire Let The Right One In dan Let Me In, 2 film vampire dari 2 negara berbeda. Let The Right One In dari Negara Swedia dan Let Me In dari negeri Paman Sam, America. Mari kita lihat, “Taring” manakah yang lebih tajam? Let’s the Battle begin.</p>
<p style="text-align: justify;">Warning: Review berisi banyak kali spoiler, jadi yang belum nonton silahkan dibaca…<span id="more-2853"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ronde 1</strong>: The Story</p>
<p style="text-align: justify;">Namanya juga remake, konsep cerita diantara 2 film ini tidaklah jauh berbeda. Kisah drama antara seorang (atau semakhluk yah..) vampire wanita dengan seorang bocah laki-laki. Yang membedakan antara keduanya adalah judul, nama tokoh serta sedikit perubahan di cerita pada versi remakenya. Oke, manakah diantara kedua film ini yang menurut gue bakalan menan di ronde pertama ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Original</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">Versi original dimulai dengan seorang anak laki-laki bernama Oscar melihat seorang gadis yang baru saja pindah ke apartemennya. Dari sini kemudian terjadi perkenalan antara sang bocak laki-laki dengan gadis itu yang bernama Eli, kemudian timbul rasa cinta di Oscar hingga sampai ketika Oscar mengetahui siapa sebenarnya Eli.</p>
<p style="text-align: justify;">Segi Orisinalitas, Let The Right One In menang telak daripada Let Me In. Judulnya yang panjang juga bagi gue ada sesuatu yang misterius. Selain itu setting tempat yaitu di swedia yang dingin memberikan rasa dingin juga pada gw ketika nontonnya. Perasaan yang sama yang menggambarkan kisah kedua bocah ini.  Meski gw jujur bilang, cerita di versi originalnya ini cenderung berjalan lambat dan juga kurang memberikan rasa tegang ketika menontonnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Orisinalitas: +3 | Emotionality: +3 | Storytelling: +2</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Remake</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Versi remake agak sedikit berbeda. Matt Reves memulainya dengan situasi didalam rumah sakit, dimana seorang lelaki baru saja mengalami kecelakaan. Seorang detektif kemudian mewawancaranya dengan tujuan kasus yang dia selidiki memiliki jalan keluar. Tapi sang detektif tidak berhasil karena lelaki itu tewas bunuh diri. Setelah ini barulah kisah seperti yang ada dalam versi originalnya mulai mengalir dengan nama tokoh yang berbeda yaitu Owen, si bocah laki-laki dan Abby si gadis yang dicintai Owen.</p>
<p style="text-align: justify;">Matt Reves dalam filmnya ini sepertinya tidak ingin mentah-mentah mengambil ide cerita … , maka dari itu dia mengubah sedikit ceritanya walau tetap sama. Selain mempermak sedikit, Matt juga mengganti nama karakter disini serta memindahkan setting tempatnya dari Blackberg ke New Meksiko. Let Me In auranya tidak sedingin yang ditawarkan LTROI, aura disini lebih hangat. LMI juga sedikit menegangkan dan pemaparannya tidak selambat LTROI.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Orisinalitas: +2 | Emotionality: +3 | Storytelling: +3</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk ronde 1 tidak ada yang menang. Keduanya punya kelebihan masing-masing. Gw suka keduanya, aura dingin yang ditawarkan LTROI membuat kengerian filmnya jadi terangkat. Sedangkan LMI gw suka dengan pemaparannya ceritanya yang tidak selambat LTROI..ehm dan tentu saja karena ada Chloe G Moretz.. :*</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ronde 2</strong>: The Leader</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang mari memasuki ke Ronde ke 2. Di ronde kedua ini kita bakalan membandingkan para protagonist diantaranya. Meski ceritanya sama tapi tentu saja pembawaan diantara keduanya tidaklah sama. Manakah yang memiliki chemistry yang kuat, Eli dengan Oscar ataukah Abby dengan Owen?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Original.</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" src="http://sigilahororpict.files.wordpress.com/2011/10/let-the-right-one-in-leader.jpg" alt="" width="600" height="235" /></p>
<p style="text-align: justify;">Eli dan Oscar, itulah nama protagonist di film ini. Eli, si gadis vampire di Let The Right One in terlihat sangat dingin. Sedangkan Oscar terlihat sebagai bocah tidak bisa apa-apa tetapi menyimpan dendam yang luar biasa di dalamnya. Hubungan antara keduanya begitu dalam, begitu dingin dan begitu menyeramkan. Lina Leandersson mampu berperan sebagai Eli dan Kåre Hedebrant memerankan Oscar dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Chemistry: +3 | Charateristic: +3 | Acting: +3 = 9</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>The Remake</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" src="http://sigilahororpict.files.wordpress.com/2011/10/let-me-in-leader.jpg" alt="" width="600" height="235" />Hubungan antara Abby dan Owen terlihat sangat khusyuk dan memberikan magnet tersendiri pada penontonnya. Tapi, Jika dibandingkan dengan protagonist di versi originalnya, Abby dan Owen masih belum bisa menandingi kedinginan hubungan diantara Eli dan Oscar. Melihat hubungan Abby dan Owen seperti melihat hubungan antara 2 anak kecil yang sedang mengalami cinta monyet. Tidak seperti pada hubungan Eli dan Oscar, ada sesuatu yang mengerikan yang terlihat meski mereka hanya seorang anak kecil. Tapi 2 artis Chloe Grace Moretz dan Kodi Smit-McPhee patut diacungi jempol disini, 2 bocah kecil berbakat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Chemistry: +2 | Charateristic: +2 | Acting: +3 = 7</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>The Winner of Round 2 is <strong>Original</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Round 3</strong>: The Component</p>
<p style="text-align: justify;">Ronde 3 ini di 2<sup>nd</sup> Battle of Original VS Remake ini adalah Tag Team Match. Masing-masing film akan mengeluarkan 3 teamnya yaitu The Kill, The protector dan The Bullies. Manakah yang bakalan memenangkan ronde ketiga ini? Apakah sosok protector di LTROI atau LMI? Apakah adegan pembunuhan di LTROI atau LMI? Apakah kenakalan Bullies di LTROI atau LMI? Mari kita lihat di Tag Team Match 2<sup>nd</sup> battle of Original VS Remake. Teng..</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Original Team</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" src="http://sigilahororpict.files.wordpress.com/2011/10/let-the-right-one-in-protector.jpg" alt="" width="600" height="235" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>The Protector</strong>: Per Ragnar berperan sebagai Hakan, seorang protector bagi Eli. Hakan terlihat sangat pendiam, tak banyak bicara. Wajahnya yang sangat memilukan menyiratkan banyak hal yang tersimpan dalam diri Hakan. Kalau gw ngelihat Hakan disini seperti antara mencintai pekerjaannya sebagai Protector Eli tapi sesekali gw lihat dia merasa jenuh dengan semua yang dia lakukan demi Eli. Hubungan antara Eli dengan Hakan pun terlihat begitu ambigu, antara sebagai protector, orang tua atau sesuatu yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" src="http://sigilahororpict.files.wordpress.com/2011/10/let-the-right-one-in-bullies.jpg" alt="" width="600" height="235" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>The Bullies</strong>: Nah, kalau membicarakan para anak nakal di LTROI gw sedikit kesal dengan mereka. Kesal bukan karena kenakalannya tapi kurang gregetnya mereka sebagai anak nakal. Gw justru berpikir kalau Oscar dengan sangat mudah melawan para anak nakal disini. Yang cukup terlihat paling bejat Cuma si Conny (Patrik Rydmark) dan sang kakak yang muncul di akhir cerita.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><img class="aligncenter" src="http://sigilahororpict.files.wordpress.com/2011/10/let-the-right-one-in-kill.jpg" alt="" width="600" height="235" />The Kill</strong>: Sama seperti filmnya yang begitu sepi, pembunuhan yang dilakukan protector Eli pun disini sangat sepi. Minim adegan yang menyiratkan sebuah pembunuhan yang tragis dan owhh…kurang gore, kurang menyeramkan. Begitu juga dengan adegan melindungi Oscar  yang dilakukan Eli di akhir cerita juga kurang begitu sadis. Meski begitu, pembunuhan disini terlihat lumayan walau gw sebagai seorang yang demen ngelihat pembunuhan secara lebay pengen sesuatu yang lebih.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>The Protector:  +3 | The Bullies: +1 | The Kill: +2 = 6</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Remake</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><img class="aligncenter" src="http://sigilahororpict.files.wordpress.com/2011/10/let-me-in-protector.jpg" alt="" width="600" height="235" />The Protector</strong>: Berbeda dengan hubungan antara Hakan dan Eli di LTROI yang terlihat tertutup, di LMI justru sang protector Abby memperlihatkan hubungan terbuka layaknya seorang Bapak dengan anak gadisnya. Karena gw udah nonton LTROI terlebih dahulu jadi gw tahu kalau antara Sang Protector dengan Elly/Abby tidak hanya sebatas hubungan ayah dan anak tetapi lebih, tapi di LMI justru hubungan antara protector (Richard Jenkins) lebih terlihat sebagai hubungan bapak dan anak, tidak sedikitpun tersirat kalau hubungan itu adalah hubungan bapak dgn anak yang tabu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><img class="aligncenter" src="http://sigilahororpict.files.wordpress.com/2011/10/let-me-in-bullies.jpg" alt="" width="600" height="235" />The Bullies</strong>: Nah, kalau di LTROI gw kesel sama para anak nakal disini karena mereka terlihat kurang bejat, di LMI justru sebaliknya . Gw kesel ngelihat para anak nakal disini karena saking bejatnya. Waktu sampe gregetan ngelihat mereka menyiksa Owen dan menaruh simpati pada Owen. Gw lebih suka ngelihat para anak nakal disini dibandingkan di LTROI.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><img class="aligncenter" src="http://sigilahororpict.files.wordpress.com/2011/10/let-me-in-kill.jpg" alt="" width="600" height="235" />The Kill</strong>: Killing Scene di LMI jauh lebih menegangkan daripada LTROI. Matt Reves tidak sekedar memperlihatkan “oh ini gw bunuh buat Abby”, dia itu memperlihatkan juga proses si protector membunuh dan ini justru membuat lebih menegangkan. Dan di LMI lebih banyak darah, lebih gore.  Yah, gw jauh lebih suka killing scene di versi remakenya, sangat sesuai dengan nuansa filmnya yang lebih hangat.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>The Protector: +1 | The Bullies: +3 | The Kill: +3 = 7</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>The Winner of Round 3 is <strong>Remake</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">Fiuhhh… 2<sup>nd</sup> Battle of Original VS Remake kali ini sangat ketat. Keduanya gw suka filmnya karena bagi gw masing-masing filmnya memiliki kelebihannya sendiri. LTROI dengan aura dingin-nya sebagai faktor mngerikannya sedangkan LMI lebih pada proses penggarapan serta lebih hangat dari versi aslinya. Tapi karena ini Battle jadi gw musti memutuskan siapa yang bagi gw lebih bagus.</p>
<p style="text-align: justify;">and in conclusion, the battle of Originall VS Remake goes to… <strong>Original</strong></p>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://sigilahororpict.files.wordpress.com/2011/10/let_the_right_one_in_ver2.jpg" alt="" width="192" height="272" />Sebenarnya LMI bukanlah remake yang jelek, justru bagi gw LMI itu salah satu best remake yang pernah gw tonton. CUma kekuatan LMI masih belum bisa menandingi LTROI dengan gaya diam-diam lambat tapi tepat langsung mengalahkan lawannya. LTROI seperti yang udah gw bilang tadi layaknya Puisi. Suasana kota Blackberg yang dingin membuat suasana film jadi ikutan dingin dan memantapkan aura kengeriannya, begitu juga dengan para leadernya yaitu Eli dan Oscar dengan hubungan tabu mereka. CUma sayangnya LTROI tidak memantapkan di beberaa komponentnya seperti killing scenenya serta rasa jengkel yang ditimbulkan para bulliesnya. Kalau component itu dimantapkan, LTROI mungkin akan lebih bagus. Yah walau begitu, Tomas Alfredson sudah sukses membuat film Let The Right One In menjadi salah satu film Vampire terbaik.. Congrats..</p>
<p style="text-align: justify;"> yang ga setuju denga hasil yang gw kasih, monggo dicomment plus dicerca deh..</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sigilahoror.com/2011/10/12/original-vs-remake-let-the-right-one-in-vs-let-me-in/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Origin VS Remake : Dawn of The Dead</title>
		<link>http://www.sigilahoror.com/2011/07/18/origin-vs-remake-dawn-of-the-dead/</link>
		<comments>http://www.sigilahoror.com/2011/07/18/origin-vs-remake-dawn-of-the-dead/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 02:04:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dirgantara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Original VS Remake]]></category>
		<category><![CDATA[1987]]></category>
		<category><![CDATA[2004]]></category>
		<category><![CDATA[Dawn of the Dead]]></category>
		<category><![CDATA[George A Romero]]></category>
		<category><![CDATA[Original]]></category>
		<category><![CDATA[Remake]]></category>
		<category><![CDATA[Versus]]></category>
		<category><![CDATA[Zack Snyder]]></category>
		<category><![CDATA[Zombie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sigilahoror.com/?p=2762</guid>
		<description><![CDATA[Welcome to my first Original VS Remake. Remake kadangkala bahkan sering kali disbanding-bandingkan sama versi originalnya. Remake kebanyakan hasilnya tidak sebagus versi aslinya tapi ada juga sebuah remake justru lebih baik dari versi originalnya. Nah, melalui tulisan ini gw nyoba &#8230; <a href="http://www.sigilahoror.com/2011/07/18/origin-vs-remake-dawn-of-the-dead/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://sigilahororpict.files.wordpress.com/2011/07/dawn-of-the-dead.jpg" alt="" width="600" height="339" /></p>
<p style="text-align: justify;">Welcome to my first Original VS Remake. Remake kadangkala bahkan sering kali disbanding-bandingkan sama versi originalnya. Remake kebanyakan hasilnya tidak sebagus versi aslinya tapi ada juga sebuah remake justru lebih baik dari versi originalnya. Nah, melalui tulisan ini gw nyoba ngebandingin mana yang lebih baik antara the Original atau The Remake. Film pertama yang akan bertanding di ring Original VS Remake adalah Dawn of The Dead. Lets the Ring begin.<span id="more-2762"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ronde 1: Story</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Plot keduanya tidaklah jauh beda, sama-sama tentang usaha bertahan hidup dari serangan zombie. Yang membedakan keduanya adalah bagaimana film ini dimulai dan bagaimana sang sutradara membawakan film ini. Oke mari kita lihat siapa yang menang di ronde pertama ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>The Original</em></p>
<p style="text-align: justify;">Cerita di versi originalnya dimulai dengan situasi ricuh di sebuah stasiun TV yang memberitakan kekacauan yang disebabkan oleh wabah mematikan yang menyebabkan orang mati hidup kembali. Stephen bersama pacarnya Francine mencuri sebuah helicopter, berusaha menyelamatkan diri dari wabah ini. Stephen dan Francine lalu bertemu dengan Roger beserta teman satu timnya Peter. Mereka berempat kemudian berusaha survive dari serangan zombie ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari segi originalitas cerita, versi original sudah pasti menang tapi dari segi pemaparan cerita versi originalnya belum tentu menang. Versi George A Romero bagi gw terlalu lama bermain-main di dalam mal yang berakibat ke gw terasa membosankan. Masalah antara karakternya tidak mampu membangkitkan emosinya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Orisinalitas</strong>: +4 | <strong>Emotionality</strong>: +1 | <strong>Storytelling</strong>: +2 = 7</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em> The Remake</em></p>
<p style="text-align: justify;">Zack Snyder memulai film remakenya ini Anna yang baru saja pulang dari shift panjangnya sebagai suster. Keesokan harinya, anak tetangganya berubah ganas dan membunuh suaminya dan serta merta sang suami berubah ganas mencoba membunuh Anna. Dia pun ketakutan dan berusaha kabur dari perumahannya dimana semuanya telah berubah menjadi manusia ganas. Anna kemudian bergabung dengan survivor lain, Sersan Kenneth Hall, Michael, Andre, CJ, Bart and Terry. Mereka mencoba berusaha menyelamatkan diri dari serangan para zombie di sebuah Mall yang menjadi markas mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti yang gw bilang tadi, segi orisinalitas Dawn Of The Dead Origin masih menang tapi dari pemaparan, gw lebih suka versi remake.  Versi remake tidak terlalu lama bermain-main di dalam mall. Selain itu masalah-masalah yang ada diantara para survivor pun lebih matang dan mampu membangkitkan emosi gw. Bagaimana cara mereka berusaha kabur dari serangan pun lebih menegangkan, jauh berbeda sama versi aslinya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Orisinalitas:</strong> +1 | <strong>Emotionality:</strong> +4 | <strong>Storytelling:</strong> +3 = 8</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>The Winner of Round 1 is</em>… <em><strong>Remake</strong></em></p>
<h3><strong>Ronde 2: The Zombie</strong></h3>
<p>Dalam film zombie, sosok zombie tentu saja merupakan sesuatu yang vital. Sangat tidak mungkin sebuah film zombie tanpa kehadiran zombie. Nah, zombie disinilah yang menjadi satu diantara faktor untuk memunculkan rasa takut penontonnya. Bagaimana penampakan zombie di Dawn of The Dead, Zombie buatan siapa yang lebih menyeramkan?</p>
<p><em>The Original</em></p>
<p><img class="aligncenter" src="http://sigilahororpict.files.wordpress.com/2011/07/zombie-original.jpg" alt="" width="600" height="235" /></p>
<p style="text-align: justify;">Zombie-zombie buatan kakek George A Romero tergolong tipe zombie berjalan, meski berjalan zombie George tetap zombie ganas. Lihat saja para zombie disini menghabisi para genk motor yang memasuki mal dengan memakan segala isi perutnya iyekk. Untuk segi effect terutama effect gorenya, effect di versi originalnya bisa dibilang cukup menyeramkan di tahun 70-an. Sangat terlihat nyata ketika Zombie-zombie disini mencabik isi perut korbannya, memakan kulit-kulit para korbannya atau ketika para survivor menembak kepalanya. Dari segi make up, zombie-zombie disini masih terlihat cupu (jika dilihat dari kacamata tahun 2000-an yah). Dengan makeup seadanya, para cast zombie hanya didempul sama bedak tebal plus sedikit cairan encer berwarna merah yg disebut darah. Meski cupu, zombie-zombie disini tetap terlihat menyeramkan terutama zombie Stephen.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Zombie:</strong> +3 | <strong>Make Up:</strong> +2 | <strong>Gore Effect:</strong> +4 = 9</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>The Remake</em></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" src="http://sigilahororpict.files.wordpress.com/2011/07/zombie-remake.jpg" alt="" width="600" height="235" /></p>
<p style="text-align: justify;">Zombie-zombie versi Zack Snyder jauh lebih menyeramkan. Seperti berevolusi, zombie-zombie disini tidak lagi berjalan melainkan berlari mengejar korbannya. Melihat zombie-zombie berjalan diversi Romero aja udah ketakutan, apalagi disuguhkan zombie-zombie berlari di depan anda. 2 kali lipat lebih menakutkan. Dari segi effect, gw suka sama yang versi remake tapi jauh lebih suka dengan yang versi Original. Satu alasan adalah karena versi original dengan teknologi seperti itu sudah sangat terlihat nyata, sedangkan untuk remake dengan teknologi canggih, gorenya terlihat sama dengan yg versi original. Dari segi make up, wah… gw jauh lebih suka yang versi remake…lebih menyeramkan dan menakutkan. Tidak seperti versi original yang terlihat lucu… (Sorry kakek George)</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Zombie:</strong> +4 | <strong>Make Up:</strong> + 4 | <strong>Gore Effetc:</strong> + 2= 10</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>The Winner of Round 2 is… <strong>Remake</strong></em></p>
<h3 style="text-align: justify;">Ronde 3: The Survivor.</h3>
<p style="text-align: justify;">Tanpa adanya kekuatan acting dari para castnya, tentu saja film itu akan mati. Selain cerita yang bagus, penampilan dari para artisnya juga menentukan hidupnya sebuah film. Sekarang kita lihat bagaimana acting para artis di film menjadi survivor disini.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>The Original.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" src="http://sigilahororpict.files.wordpress.com/2011/07/survivor-original.jpg" alt="" width="600" height="235" /></p>
<p style="text-align: justify;">Survivor di versi originalnya hanya empat. Tidak adanya emosi dari para survivor disini yang mampu membuat gw ikut ngerasain ketegangan yang dialami mereka. Dan juga mereka terlalu menganggap remeh para zombie disini. Yang menjadi nilai lebih para survivor disini adalah bagaimana tingkah laku mereka di mal yang memapu sedikit membuat gw ketawa. Oh yah, cara mereka berusaha kabur dari mal ketika semua zombie mulai berdatangan pun terlampau sangat biasa.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Survivor:</strong> +2 | <strong>Planning to Survive:</strong> +1 | <strong>Act:</strong> +1 = 5</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>The Remake.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" src="http://sigilahororpict.files.wordpress.com/2011/07/survivor-remake.jpg" alt="" width="600" height="235" /></p>
<p style="text-align: justify;">Survivor disini justru lebih menunjukkan jiwa seorang survivor yang sebenarnya. Satu Alasannya karena zombie yang dihadapi lebih ganas. Survivor versi remakenya lebih mampu membuat gw ikut ngerasain ketegangan yang dialami merek. Dan mereka nggak pernah nganggap remeh para zombie (Kecuali ketika Sersan Kerneth, mulai menembaki satu persatu para zombie di atas atap). Cara mereka berusaha menyelamatkan diri dari para zombie pun lebih mantaph, lebih menegangkan.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>Survivor:</strong> +4 | <strong>Planning to Survive:</strong> + 4 | <strong>Act:</strong> +3 = 11</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>The Winner of Round 2 is… <strong>Remake</strong></em></p>
<p style="text-align: justify;">and in conclusion, the battle of <em>Originall VS Remake</em> goes to&#8230; <em><strong>Remake</strong></em></p>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://sigilahororpict.files.wordpress.com/2011/07/dawn_of_the_dead_ver2.jpg" alt="" width="200" /></p>
<p>Banyak remake yang hasilnya tidak sebagus Original meskipun dibuat dengan teknologi yang lebih canggih plus dengan tata sinematografi, musik dan lain-lain yang lebih oke. Yang membuat remake tidak berhasil itu karena remakenya tidak mampu membuat jalan cerita semantap versi originalnya. Berbeda dengan Dawn of The Dead versi remake yang disutradarai Zack Snyder. Dia masih setia dengan pakem cerita di versi originalnya. Kekacauan di awal film karena wabah Zombie, survivor yang bertemu dengan survivor lain, plus usaha mereka untuk survive di dalam mall. Zack masih setia dengan itu, yang membuat versi remakenya lebih baik dari original karena versi remakenya lebih memantapkan ceritanya. Di remake para survivor tidak lagi berlama-lama di dalam mall seperti versi originalnya, para survivornya pun terlihat mantaph dan cara mereka survive lebih menegangkan. Satu lagi yang membuat remake menang karena zombie-zombie disini dibuat berlari oleh Snyder yang tentu saja membuat intensitas ketegangannya semakin bertambah. Weh, nggak salah kalau versi remake Dawn of the Dead menang dari versi original meskipun hanya berbeda nilai sedikit.</p>
<p>Congratulation to Snyder and sorry George A Romero..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sigilahoror.com/2011/07/18/origin-vs-remake-dawn-of-the-dead/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
